Recent in Culture

BREAKING

Senin, 26 Mei 2014

Jalan Poros Wajo-Bone Kembali Terputus

WAJO TERKINI -- Anda yang ingin melalui jalan ini sebaiknya mencari jalan alternatif karena jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Wajo dengan Kabupaten Bone di Desa Lempa Kecamatan Pammana kembali terputus, Senin 26/5/2014.

Sebab hujan yang terus mengguyur beberapa hari terakhir ini, akibatnya Air sungai Walennae meluap hingga merendam badan jalan poros Wajo-Bone, kondisi tesebut sudah sering terjadi jika musim hujan tiba. Meski ketinggian air yang mencapai 200 cm, nampak sebagian kendaraan memaksa menerobos.

"Sudah sering pak, inikan sudah sering diperbaiki tapi kalau musim hujan pasti banjir lagi, karena air sungai penuh," ucap Tahang, warga Wajo yang hendak melalui jalan tersebut.

Warga lain mengatakan, pemandangan banjir di daerah tersebut akan terus terjadi jika pemerintah kita tidak mengambil kebijakan tegas dan segera menghentikan aktifitas penambang pasir disekitar sungai.

"Jika tambang pasir golongan c ini tidak dihentikan, maka kondisi ini akan terus terjadi karena badan jalan terus mengalami penyusutan akibat penggalian pasir," ungkap Andi Arman Warga Bone.

Penulis: Zaskya
Editor : Reonaldhy

Keluarga Bongkar Kuburan Almarhum MY

WAJOMESRA --- Teka-teki tentang benar atau tidaknya mimpi kerabat almarhum Muhammad Yusbar yang didatangi almarhum bahwa dirinya masih dihidup kini telah terjawab, Ahad (25/05/2014) sekitar pukul 23.30 Wita, keluarga almarhum akhirnya membongkar kuburan MY.

Data yang dihimpun WAJOTERKINI, setelah dilakukan penggalian, jasad MY sudah tidak bernyawa lagi. Bahkan diperole informasi jika kepala almarhum sudah hancur. "Jasadnya digendong berjalan kaki dari kuburan ke rumah orang tuanya sekitar jam 24.00 Wita. Setelah itu, sejam kemudian,diantar kembali menggunakan mobil Patroli Polres Wajo ke kuburan Jarae untuk dimakamkan" jelas warga.

Kahar salah seorang anggota Satlantas Polres Wajo membenarkan jika jasad almarhum diantar menggunakan Mobil patroli. "Sudah dimakamkan kembali, tadi pakai mobil patroli itu dari rumah orang tua almarhum" jelas kahar.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Kamis (22/05) lalu warga sengkang dihebohkan berita adanya mayat yang hidup kembali di kuburan menyebabkan ribuan warga mendatangi Pekuburan Jarae untuk menyaksikannya namun Anwar, salah seorang keluarga almarhum saat itu menjelaskan bahwa tidak ada niat dari keluarga untuk membongkar kuburan Muhammad Yusbar. (****)

Sabtu, 17 Mei 2014

Testing

Surat WAJO MESRA Makassar ( WMM) salah satu komponen Pers ( Penerbitan) Reformasi yang terbit eksis sejak 20 Juni 2000, pelopor surat kabar komunitas di Sulsel berbentuk tabloid. Media ini menjadi wahana komunikasi bagi rakyat dan pemerintah serta menjadi sarana efektif untuk promosi usaha.

Anda bisa mengklik "Info Perusahaan", "Penawaran Dagang" dan "Hubungi Kami" untuk melihat isi dan informasi lain dari situs Surat Kabar WAJO MESRA Makassar.

Jumat, 16 Mei 2014

Meskipun Gedung Rapuh, Pedagang Menolak Relokasi

WMNews - Rencana relokasi pasar sentral pasca kebakaran hingga,18/10/2013,tetap ditolak sejumlah pedagang yang beroperasi di Pasar Sentral, mereka memilih menempati Lods dan Kios lama bekas kebakaran.

Pemerintah sangat berharap adanya relokasi pasca kebakaran dengan pertimbangan konstruksi bangunan yang nyaris runtuh, rapuhnya bangunan dikarenakan usia sudah mencapai 25 tahun, kondisi tersebut diperparah pasca kebakaran selama ±8 jam,14/10, kelayakan bangunan di sudah rapuh.

"Kita tidak menghalangi pedagang yang memilih untuk kembali berjualan di lokasi lama. Hanya saja, kami perlu tes kelayakan dari pihak ahli apakah daya tahan pasar sentral tersebut masih layak untuk ditempati dan tidak membahayakan. Apalagi dengan umur konstruksi bangunan yang sudah 25 tahun serta adanya kecenderungan besi penyangga yang melemah setelah terbakar lebih delapan jam," papar Andi Bur saat rapat,16/10.

Masyarakat tetap ngotot menempati kios dan lods bekas kebakaran karena takut dimanfaatkan orang-orang yang baru, hal tersebut diwujudkan dengan menorobos polisi line yang ada di TKP, mereka bahkan membersihkan tempat mereka sebelum datang nya tim labfor dari Polda Sulselbar, bersihnya material puing exs kebakaran yang berada dilokasi bisa membuat penyidik akan kehilangan materi dan kesulitan mencari penyebap terjadinya kebakaran.

"Saya mengkhawatirkan relokasi nanti malah dimanfaatkan oleh pihak luar selain dari pedagang Pasar Sentral untuk mendapatkan tempat berjualan, manalagi kita baru perpanjang hak pemakaian losd,"ungkap sejumlah pedagang yang ditemui saat membersihkan lods mereka.

Sekedar diketahui terkait penyelidikan pihak kepolisian, sudah memeriksa enam saksi, baik dari Satpol PP, petugas security, cleaning service, pihak PLN serta warga setempat, tetap saja mereka akan menunggu hasil uji laboratorium forensik.


Penulis: Reonaldhy AA
 
Copyright © 2013 WAJO MESRA NEWS
Design by FBTemplates | BTT