Recent in Culture

BREAKING

Sabtu, 31 Agustus 2013

395 Personil Gabungan Siap Amankan Pilkada Wajo

WMNews-Sebanyak 395 personil gabungan siap mengamankan pelaksanaan Pilkada Wajo yang sudah memasuki masa kampanye mulai besok, Minggu 1 September. 395 personil gabungan tersebut, terdiri dari 200 personil dari Polres Wajo, 30 personil Polres Bone, 30 personil Polres Soppeng, 55 personil Brimob, 30 personil Satpol PP, 20 personil Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo serta 30 personil dari Senkom Polri.

Kapolres Wajo, AKBP Masrur, pada apel kesiapsiagaan personil pagi tadi, mengatakan, Operasi Mantap Praja yang diadakan tersebut merupakan bentuk kesiapan dan respon unsur pelaksana operasional dalam rangka pengamanan proses Pilkada Wajo.

"Situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjadi dambaan serta harapan kita semua. Sehingga melalui Operasi Mantap Praja ini kita berharap mampu menjalankan manajemen keamanan secara sistemik dan memberikan jaminan rasa aman bagi seluruh masyarakat untuk tetap beraktivitas, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada Wajo," tutur Masrur.

Selain dihadiri sejumlah anggota kepolisian lingkup Polres Wajo, apel kesiapsiagaan tersebut juga dihadiri tiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Wajo, yakni pasangan Sanusi Karateng - Andi Surya Agraria (Sutera), Amran Mahmud - Yusuf Machmud (AYM) serta pasangan Andi Suriadi Belo - Sabaruddin Mallo (ASB)


Sumber: http://kabarwajo.com/berita-395-personil-gabungan-siap-amankan-pilkada-wajo.

Penampakan Alien Gegerkan Kantor DPRD Provinsi Sulsel

WMNews-Pegawai sekretariat DPRD Provinsi Sulsel digegerkan oleh penampakan Alien makhluk luar angkasa dengan tinggi sekitar 30 cm Jumat (30/8/2013).

Kejadian berlangsung sekitar pukul 9.00 wita pagi di gedung tower DPRD Provinsi Sulsel Jl Urip Sumiharjo, Makassar. Pegawai Sekretarian DPRD Sulsel, Jum yang juga menjadi pemilik Smartphone Samsung Note 2 yang digunakan untuk mengabadikan beberapa gambar tersebut mengaku kaget setelah hasil jepretan telah diabadikan. Beberapa frame hasil foto memperlihatkan posisi Alien dalam berbagai bentuk dan gerakan.
 
"Awalnya saya fikir ini adalah program smartphone ini, namun saya periksa pengaturan smartphone saya ternyata nyata,"bebernya.
Tak pelak kondisi ini membuat kantor DPRD Provinsi Sulsel dibuat heboh dan para staf pun berbondong-bondong ingin melihat gambar tersebut.

Penulis:Tribun Timur.com

Gubernur Sulsel Pantau Pilkada dengan Helikopter

WMNews-Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memantau langsung proses pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang berlangsung di tiga  kabupaten/kota di Sulsel, Kamis (29/08/2013).

Diketahui, adapun tiga daerah yang secara serentak melaksanakan pilkada yakni Kota Parepare, Kabupaten Sidrap dan Enrekang.

"Kami langsung bertolak ke Parepare dengan menumpangi Helikopter," kata Syahrul.

Keberangkatannya ke tiga daerah tersebut tampak didampingi beberapa unsur Muspida. Seperti Kapolda Sulsel Irjen Pol Burhanuddin Andi, Pangdam VII Wirabuana, dan Ketua DPRD Sulsel Moh Roem.

Keberangkatannya ke lokasi untuk memantau langsung sejauhmana proses pelaksanaan pilkada di daerah tersebut.

Penulis: Tribuntimur.com

Rustriningsih Tolak Ikut Konvensi Capres Demokrat

WMNews-Kader PDI Perjuangan Rustriningsih menyatakan sikap untuk tidak ikut konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Kehadiran mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah ke Sekretariat Komite Konvensi hanya bertujuan menghormati undangan yang sudah diterimanya.

Selain itu Rustriningsih juga melihat kehadirannya menemui Komite sebagai sebagai silaturahmi politik.

"Saya sampaikan kepada Komite bahwa saya mohon maaf sebesar-besarnya kalau tidak bisa memenuhi harapan untuk bisa mengikuti konvensi," ujarnya usai bertemu Komiter Konvensi selama satu jam di Wisma Kodel, Jakarta, Kamis (29/8/2013).

Alasannya, menurut Rustri dirinya masih ingin berkonsentrasi dan berkiprah di Jawa Tengah. Khususnya dia ingin berkiprah di bidang kemanusiaan dan sosial.

Rustriningsih yang saat konferensi pers diapit Bendahara Komite Andi Timo Pangerang dan anggota komite Indrawati Sukadis, menegaskan pula hingga saat ini dirinya masih kader PDI-Perjuangan.
"Saya masih kader PDI-Perjuangan," tandasnya

Penulis: Tribun timur.com

Jumat, 30 Agustus 2013

Kantor Baru Distanak Rubuh,Pejabat Terkait Amnesia

Kondisi Geedung Yang Rubuh
WMNews - Kantor baru yang ditempati pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Wajo menelan anggaran APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tahun 2010 sekira 1,7 Milyaran rupiah rusak berat dan  salah satu staff yang sedang dinas nyaris tertimpah puing reruntuhan bangunan.

Kondisi gedung yang mengalami kerusakan seperti dinding yang retak,palpon langit gedung yang mulai runtuh satu persatu,terjadi kebocoran pada seng tenda kantor, tehel lantai pun ikut retak yang membuat para pegawai tidak merasa nyaman dan selalu waspada karena kondsi bangunan yang rapuh tersebut suatu saat bisa menimpah mereka.

Namun yang sangat mengesankan saat kami konfirmasi tak satupun pegawai yang mampu berkomentar, dan bahkan yang terkait dengan bangunan tersebut semua seperti lupa ingatan saling melempar tanggung jawab.

Andi Gunawan Kepala Bagian Potensi Setda Wajo yang kala itu menjabat di Bagian Umum, mengakui anggaran yang digunakan gedung tersebut bersumber dari APBN tahun 2010 dan sering mengalami keterlambatan proses selesainya pembangunan karena selalu mengalami keretkan yang katanya diakibatkan kondisi tanah yang labil dimana gedung megah tersebut berdiri.

Penulis: Reonaldhy AA
Editor: Zaskya

Selisih Paham Arah Kiblat, Salah Satu Panitia Tega Bongkar Tehel Masjid

WMNews- Hanya karena selisih paham tentang letak posisi tehel Masjid As-sadar, delapan warga sekitar (Panitia Pembangunan) tega menghancurkan tehel yang bernilai puluhan juta rupiah,senin 26/8/2013, dikawasan Bola Tellue jalan Parenrengi Kelurahan Atakkae Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo.

Menurut saksi mata yang berada di sekitar masjid As-Sadar,Warga berinisial M bersama rekannya menghancurkan tehel masjid sekira pukul 20.00 Wita hingga subuh hari, kondisi tehel semua dilepas dari lantai, pelaku merusak tehel masjid lantaran beda pendapat dengan arah letak kiblat, posisi terakhir serong sekitar sekian derajat arah barat.

"Kalau saya melihat kronoligisnya sipelaku cemburu karena bukan mereka mendapatkan tender pekerjaan pemasangan tehel tersebut, hanya masalahnya siperusak tidak setuju posisi tehel yang serong sekian derajat, tidak mengarah pas ke barat,tapi kan seharusnya kan dimusyawarahkan tidak perlu merusak tehel yang harganya puluhan juta rupiah," jelas salah satu pendiri Masjid As-Sadar H.Aris.

Syamsu Alam, sipenyumbang yang merasa dirugikan atas penrusakan tersebut melaporkan kejadian ini ke Polres Wajo sekira pukul 22.00 Wita (malam) bersama saksi mata Lalong, Sukkuru,dan Lasaleng, padahal letak kiblat sudah kami ukur menggunakan kompas matahari version Nasaruddin Umar saat itu bersama Kepala KUA Tempe,setelah saya telah kerugian tersebut sekira Rp.15 juta yang saya berikan ke pengurus Masjid As-Sadar, terbitlah surat pengaduan dari Polres Wajo.

Sementara Kapolres Wajo AKBP Masrur melalui handphone selularnya kepada WMmedia. Mengakui belum ada proses Polisi hanya sekedar informasi (Pengaduan) ke Polres Wajo, masalah terjadi antar pengurus internal yang berselisih paham terkait letak posisi tehel Masjid As-sadar, dan kerusakan ditaksir sekitar 2 jutaan potensi-nya hanya bisa  diproses tipiring,biarkan dulu diselaseikan secara internal mereka dulu lah.

Penulis: Reonaldhy AA
Editor:Zaskya

Karir dari Birokrat jadi Politisi

Anggota DPR RI, Drs H Syamsul Bahri MSc, berbagi kisah sukses sebagai politisi di depan puluhan pengurus forum keluarga Yassiwajori Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) Kabupaten Wajo, beberapa waktu lalu.


Drs. Syamsul Bachri,M.si
Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan ini, menceritakan perjalanan karirnya dari seorang birokrat yang kemudian 'menyeberang' menjadi politisi.

"Sebagai seorang birokrat dengan jabatan Kepala Bidang Diklat Struktural Esselon III di Deperindag, pada tahun 1997 saya kemudian malah memutuskan untuk mendaftar menjadi anggota legislatif,” ungkap Syamsul Bahri.

‘Pertaruhan’ karirnya itu pun sukses. Ia kemudian terpilih menjadi anggota DPR RI pada rentang 1997 sampai 1999 melalui Partai Golkar. Selanjutnya, pada periode 1999 – 2004, 2004 – 2009, serta periode 2009 – 2014.

“Apa yang menjadi kunci sukses saya?. Tak lain karena saya berusaha untuk tetap menjaga semangat pengabdian serta menjaga kedekatan dengan rakyat, sebagaimana semangat Kosgoro, yakni pengabdian, kerakyatan dan solidaritas,” ujar Syamsul Bachri, yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Kosgoro.

Pria kelahiran Sengkang ini, juga menekankan pentingnya prioritas pendidikan bagi anak. Sebab, kata dia, pendidikan menjadi kunci utama untuk merubah nasib.  


Penulis:kabarwajo
Editor: Zaskya

Farhat Abbas Hujat Ustaz Solmed di Twitter, Tapi Ketemu di Acara Ini Mendukung

WMNews-Ustaz Solmed merasa terharu karena Farhat Abbas kini memberikan dukungan terhadapnya. Padahal, sebelumnya suami dari Nia Daniaty tersebut sempat ikut menghujatnya di dunia jejaring sosial Twitter.

Suami April Jasmine itu pun mengaku terkejut saat dipertemukan dengan Farhat dalam program acara Hitam Putih. Bahkan pada awalnya ia sempat mengira Farhat akan kembali menyudutkan dan melanjutkan kritikan pedasnya.

"Hari ini saya kaget beliau datang dan saya pikir akan melanjutkan apa yang ada di Twitter. Tapi beliau sampaikan ini hidayah dari Allah. Kalau bisa nangis, saya nangis tetapi inilah hati seorang mukmin," katanya, saat ditemui di studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/8).
Ia sendiri mengaku tidak membenci ataupun sakit hati dengan pria yang berprofesi sebagai pengacara tersebut. Apalagi menyimpan dendam tidak baik dan hanya mendatangkan masalah belaka. "Saya orang yang tidak mau sakit hati, dan tidak mau membenci ataupun mendendam," katanya

Sumber Berita : Tribun News.Com
Editor: Reonaldhy AA

Pemkab Kecewakan Warga,Jalan Tadangpalie Ditanami Pisang

Suasana Warga tanam  pisang  dijalanan
WMNews - Lantaran Kecewa atas kinerja Pemerintah Kabupaten Wajo dalam perbaikan infrastruktur jalanan, khususnya di Desa Tadampalie Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo, Sulsel membuat warga setempat melakukan aksi tanam pohon pisang.

Data yang dihimpun menyebutkan, aksi puluhan warga tersebut berlangsung sekitar jam 16.00 wita sore tadi, Rabu (28/08/2013) dan menjadi pusat perhatian karena jalanan tersebut menghubungkan Kecamatan Sabangpatu ke Kabupaten Soppeng. Sebelum melakukan tanam pisang pada jalan yang memang cukup parah kerusakannya, diawali penimbunan terhadap jalanan yang berlubang. Bahkan terdapat tulisan pada karton yang tergantung di pohon "MANA JANJI BUPATI WAJO ? serta menempelkan selebaran KONTRAK POLITIK BUPATI WAJO pada saat kampanye 4 tahun silam.

"Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah Kab. Wajo, sejak surutnya banjir yang melanda Kecamatan Sabbangparu pada Juli lalu, tidak ada reliasasi penimbunan pada jalanan yg berlubang akibat genangan air ini, hingga Inisiatifpun masyarakat melakukan penanaman pohon pisang pada jalanan yang berlubang" jelas warga setempat sembari menambahkan bahwa Jalanan yang berlubang ini sangat sulit sekali dilewati kendaraan roda empat maupun roda dua.

Penulis: Citizen Reporter
Editor: Reonaldhy AA

Produksi Abon dan Bakso Khas Ikan Air Tawar Ala Wajo

WMnews-Pengolahan abon dan bakso tidak saja nikmat jika menggunakan ikan laut. Namun tak kalah lezatnya jika bahannya berasal dari ikan air tawar. Inilah yang coba dikembangkan di Wajo. Ikan-ikan air tawar berjenis Gabus, Belut dan Betutu itu banyak berasal dari Danau Tempe.

Salah satu industri pengolahan ikan yang cukup besar di Wajo adalah UD Ratu yang terletak di Jl  Anggrek, Sengkang. Industri ini   dibina oleh Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Wajo.  Jika bahan baku tersedia,  produksi juga normal. Bahkan, sering  mencapai  dua ton per bulan.

Ikan tawar yang diolah menjadi abon maupun bakso tidak sembarang. Selain warna daging ikan harus berwarna putih, juga tekstur daging paling menentukan untuk menghasilkan kualitas produksi yang bagus. Misalnya daging harus berserat dan kenyal.

Namun, yang sering diolah UD Ratu milik  Andi Misda umumnya ikan Gabus dan Belut. Alasannya, pemasaran ikan-ikan tersebut bagus dan  sering dikonsumsi masyarakat.

Dalam proses pengolahan abon ikan dan bakso, Andi Misda dibantu 17  karyawan termasuk didalamnya tenaga pemasaran yang siap memasarkan ke para langganan. Sarana dan prasarana (mesin) yang digunakan pun  cukup lengkap dan  canggih.

Saat ini,  abon dan bakso tersebut diproduksi dalam bentuk kemasan aluminium foil dan plastik mika. Harganya cukup bervariasi, tergantung berat dan jenisnya. Yang jelas, untuk berat 100 gram, kisaran Rp18 ribu-Rp20 ribu. Sementara untuk bakso ikan harganya Rp35 ribu-Rp40 ribu per kilogram.

 Andi Misda mengatakan,  pemasaran abon dan bakso ikan ini di Wilayah Sidrap, Parepare, Bone, Pangkep dan Makassar. Sementara di Kabupaten Wajo, bekerjasama dengan pemilik toko untuk dijajakan.

"Kalau untuk dibawah jauh, biasanya orang memilih yang kemasan aluminium karena  lebih tahan. Seperti jika ada yang mau pergi tanah suci banyak yang pesan, begitupun juga yang ingin bepergian jauh," tandasnya, kemarin.

Perempuan berusia 44 tahun itu mengaku usaha yang  dirintisnya sejak tahun 1996 akan dikembangkannya menjadi perusahaan  besar dan bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Apalagi, produksi tersebut sudah mendapat sertifikasi halal, izin dari  BPOM dan Dinas Kesehatan.

Koordinator Penyuluh Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wajo, Andi Bambang mengatakan saat ini ada 21 usaha pengolahan ikan yang dibina Dinas Kelautan dan Perikanan. Usaha itu tersebar di sejumlah kecamatan seperti Tempe, Tanasitolo, Sajoanging, Takkalalla, Penrang, Pitumpanua dan Keera.

Menurutnya, yang terbesar omzetnya adalah UD Ratu. Jika normal omzetnya bisa  mencapai Rp500 juta perbulan. Namun jika jika produksi tidak normal karena kesulitan bahan baku, maka hanya Rp100 juta  setiap bulan.

Penulis: Hamzah
Editor : Reonaldhy AA

Bendahara-Sekretaris UPK Takkalalla `Terancam`Tersangka Penyalahgunaan Dana BPNPM-MP

WMnews - Kasus dugaan korupsi Bantuan Program Nasional pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (BPNPM-MP) yang menyeret Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Takalalla sebagai tersangka, saat ini sementara diaudit oleh BPKP perwakilan sulsel untuk memastikan jumlah pasti kerugian negara.

Meskipun sebelumnya, pihak PNPM Mandiri Pendesaan sudah merampungkan audit secara internal, hasilnya; dana yang tidak mampu dipertanggungjawabkan pengurus UPK, yakni; Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) tahun 2013 sebesar Rp 311 juta , sedangkan dana bergulir  simpan pinjam perempuan dan usaha ekonomi produktif (SPP-UEP) tahun 2007-juni 2013 didapat dana sekitar Rp.766.387.391yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaanya oleh pngurus UPK kecamatan Takkalalla. Jadi totalnya berkisar Rp1 miliar lebih, meskipun awalnya pihak PNPM-MP mengkalkulasi dana yang raib diduga berkisar Rp1,3 miliar.

Namun, Penyidik Polres Wajo memastikan 3 orang pengurus Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Takkalla harus bertanggungjawab atas raibnya Bantuan Program Nasional pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (BPNPM-MP) tersebut, kepala UPK Kecamatan Takkalalla, Wawangsah sudah tersangka dan ditahan, sementara sekretaris UPK berinisial RH dan Bendahara UPK inisial AN masih berstatus saksi hingga, selasa 14 agustus kemarin.

Kanit Tipikor Polres Wajo, Ipda H Syamsurijal, Rabu 14 agustus kemarin mengatakan tersangka masih 1 orang, dan itu bisa saja bertambah, apalagi korupsi itu pasti dilakukan lebih dari 1 orang. Sementara, pengurus UPK yang lain, kata rijal, masih berstatus saksi (sekretaris dan bendahara) dan tidak menutup kemungkinan akan jadi tersangka sebab semua pengurus UPK yang 3 orang tadi  diminta bertanggungjawab karena ini menyangkut UPK secara kelembagaan.

"Kalau secara kelembagaan sudah pasti sekretaris dan bendahara harus bertanggungjawab, tapi yang dicari tentang penyalahgunaan wewenang oleh sekretaris dan bendahara UPK, apakah mengambil dan mmpergunakan untuk kepentingan diri sendiri atau orang lain dan apakah itu akibat kebodohan atau kelalaiannya,"jelasnya.

Untuk ketua UPK yang sudah tersangka, lanjutnya, itu sudah dapat dibuktikan bahwa telah menyalahgunakan wewenang, mengambil uang untuk kepentingan dirinya sendiri, sehingga padanya dilakukan penahanan. Saat ini, penyidik sudah memeriksa lebih 20 orang saksi dalam kasus ini, termasuk yang melakukan pengawasan dan sebagai pelaporan pelaksanaan oleh pengelola, wajib juga dimintai keterangan seperti 3 orang fasilitator Kabupaten juga sudah diminta keterangannya.

"Penyalahgunaan dana BNPM-MP ini ada dua kasus, yakni BLM dan SPP. Hasil audit dari BPKP untuk kasus BLM kemungkinan bulan ini, untuk kasus SPP mungkin bulan berikutnya baru turun hasilnya,"tandasnya (tim)

Penulis: Citizen Reporter
Editor: Reonaldhy AA

K3D : Cuci Tangan Menghindari Berbagai Macam Penyakit

Suasana Murid demo cuci tangan
WMnews - Program kerja cuci tangan pakai sabun (CTPS) , dari kelompok kerja kesehatan desa (K3D) di sekolah dasar negeri (SDN) 23/265,Jum`at 30/8/2013 Empagae Desa Assorajang Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo.

Kegiatan program tahunan tersebut menyasar murid-murid SDN 23/265 dari kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 350 murid, bahkan tenaga pendidik dilibatkan dalam Program kerja cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang digelar oleh kelompok kerja kesehatan desa (K3D), dengan menggunakan anggaran ADD Desa Assorajang tidak seperti 2 tahun sebelumnya yang menggunakan anggaran JICA. 

"Untuk meningkatkan derajat kesehatan dan menghindari berbagai macam penyakit pada murid sekolah dasar (Masyarakat) khususnya di SDN 23/265 Assorajang, kami menggunakan dana ADD Desa, setelah berakhirnya kontrak JICA 2 tahun lalu, program tersebut diserahkan ke Pemda Wajo dan berbagai program dari kelompok kerja kesehatan desa (K3D) sudah menjadi rutinitas tahunan,"ungkap Nidar sekretaris Pokja Desa Assorajang.

Lebih lanjut Nidar, bukan hanya program CTPS seperti sebelumnya kami sudah membuat program,pengadaan posyandu dan mobilernya,pengadaan tempat sampah, kampanye kesehatan,sikat gigi massal,penyuluhan demam berdarah deguen (DBD)  pelatihan kader posyandu,lomba balita sehat dan kedepannya pemberian makan tambahan balita, jamban keluarga, kami juga akan menggelar kampanye bebas rokok namun belum mendapat respon dari masyarakat sekitar, jelasnya.

Sementara Muhammad Subhan kepada WMnews mengungkapkan, sangat merasa senang dengan kegiatan sekolah ini, karena selalu mengingatkan-nya untuk cuci tangan  saat mau makan dan habis buang air besar.

Penulis : Zaskya
Editor : Reonaldhy AA

Burhanuddin Unru dan Sabaruddin Bolos di Deklarasi Pilkada Damai

Salam Kedamaian Paslon Bupati&Wabup 2014
WMmedia - Penandatanganan diatas Prasasti deklarasi kampanye damai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Wajo yang digelar di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wajo tidak dihadiri dua perserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Wajo. Dari enam pasangan calon, Andi Burhanuddin Unru dan Sabaruddin Mallo tidak mengikuti penandatangan kampanye damai tersebut. Padahal, deklarasi kampanye damai itu merupakan tahapan Pemilukada Wajo.

Sabaruddin Mallo tidak bisa hadir karena sedang sakit,Sabaruddin Mallo merupakan pasangan dari nomor urut empat Suriadi Belo, sedangkan Calon Incumben Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru yang katanya sedang tugas dinas keluar daerah , sedangkan Andi Burhanuddin Unru merupakan pasangan Andi Syahrir Kube Dauda bernomor urut lima.

"Bupati sedang dinas ke Jakarta dan tidak bisa diwakili. Beliau menghadiri rapat di Kementrian. dan menemui Menko Kesra  terkait kunjungannya di Wajo awal bulan depan," ungkap Kabag Humas Pemkab Wajo Hasri AS, Kamis 29/08/2013.

Sementara itu, Ketua KPU Wajo Andi Nurwana menyebutkan, Deklarasi damai itu diharapkan dapat menciptakan Pilkada yang berjalan secara aman dan damai sesuai dengan isi deklarasi yang meminta setiap peserta Pilkada menyatakan kesiapannya jika kalah dan menang. Andi Nurwanan menambahkan, proses Pilkada Wajo hingga saat ini berjalan lancar, sehingga jika para peserta Pilkada bisa mengawal simpatisan dan pendukungnya maka proses Pilkada Wajo dipastikan akan berjalan lancar.

Kepada wartawan, Ketua KPU Sulsel Iqbal Latief yang hadir pada kegiatan tersebut menghimbau agar para pasangan calon dapat bertanggung jawab dengan komitmen yang telah disepekatinya bersama. Ia juga mengharapkan agar masyarakat dapat menjaga keamanan dan perdamaian dalam mengikuti pesta demokrasi yang akan digelar pertengahan September nanti.

"Kita boleh berbeda pilihan tapi jangan sampai bercerai berai. Jangan merusak hubungan persaudaraan hanya karena politik," kata Iqbal.

Penulis: M`udin
Editor : Reonaldhy AA

Muspida Wajo Sambangi Paslon Gelar Pilkada Damai

WMNews - Seusai mengikuti Penandatanganan deklarasi kampanye damai diKPU Wajo, Unsur Muspida Kabupaten Wajo melakukan kunjungan tiap posko pemenangan (Media Centre/Kediaman  ) kandidat pasangan calon Bupati & Wakil Bupati Wajo periode 2014-2019. Kapolres Wajo AKBP.Masrur, Dandim 1406 Lekol Inf.Washintong Simanjuntak, Kejari Sengkang Suwanda,Kepala PN Sengkang Setio Utomo.

Menurut muspida kunjungan ini digelar secara langsung bertatap muka dengan para kandidat dan tim sukses guna mengajak paslon dan tim,memberi pesan-pesan damai, sekaligus silahturahmi sebagai wujud kenetralan muspida pada peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Wajo yang akan mengikuti pesta demokrasi 18 September mendatang (1.Sutera,2.Tabe Sama`ki,3. Amin, 4.ASB, 5.Asyik, 6.AYM Amanah), Siap Menang,Siap Kalah,dan Siap Damai.

"Kami lengkap disini dari Polres,Dandim,Kejari,dan Pengadilan, kami datang bersilahturahmi kepada semua calon berharap ada komitmen dan kerjasama ada rasa untuk menjaga wajo dalam rangka pilkada dalam keadaan damai, tentram,dan tertib,"pungkas Washintong.

"Kami netral  (Polres,Dandim,Kejari,dan Pengadilan) kalau ada apa-apa ya prosuder saja, siapa saja yang bersalah kami akan tindaki entah itu massa,tim sukses, bermasalah dengan hukum kami tidak akan memberi penangguhan hingga pencoblosan, dan dikesempatan ini kami mengajak kepada semua paslon mari kita jaga Kabupaten Wajo,"pungkas Masrur.

Seluruh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Wajo yang dikunjungi Unsur Muspida Wajo 29/8/2013, telah menyatakan komitmen dan siap menjaga pilkada Wajo, menjadikan leluhur mereka sebagai pedoman sebagai Daerah peletak pertama demokrasi didunia.

Penulis: Zaskya
Editor: Reonaldhy AA
 
Copyright © 2013 WAJO MESRA NEWS
Design by FBTemplates | BTT