Recent in Culture

BREAKING

Jumat, 30 Agustus 2013

Produksi Abon dan Bakso Khas Ikan Air Tawar Ala Wajo

WMnews-Pengolahan abon dan bakso tidak saja nikmat jika menggunakan ikan laut. Namun tak kalah lezatnya jika bahannya berasal dari ikan air tawar. Inilah yang coba dikembangkan di Wajo. Ikan-ikan air tawar berjenis Gabus, Belut dan Betutu itu banyak berasal dari Danau Tempe.

Salah satu industri pengolahan ikan yang cukup besar di Wajo adalah UD Ratu yang terletak di Jl  Anggrek, Sengkang. Industri ini   dibina oleh Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Wajo.  Jika bahan baku tersedia,  produksi juga normal. Bahkan, sering  mencapai  dua ton per bulan.

Ikan tawar yang diolah menjadi abon maupun bakso tidak sembarang. Selain warna daging ikan harus berwarna putih, juga tekstur daging paling menentukan untuk menghasilkan kualitas produksi yang bagus. Misalnya daging harus berserat dan kenyal.

Namun, yang sering diolah UD Ratu milik  Andi Misda umumnya ikan Gabus dan Belut. Alasannya, pemasaran ikan-ikan tersebut bagus dan  sering dikonsumsi masyarakat.

Dalam proses pengolahan abon ikan dan bakso, Andi Misda dibantu 17  karyawan termasuk didalamnya tenaga pemasaran yang siap memasarkan ke para langganan. Sarana dan prasarana (mesin) yang digunakan pun  cukup lengkap dan  canggih.

Saat ini,  abon dan bakso tersebut diproduksi dalam bentuk kemasan aluminium foil dan plastik mika. Harganya cukup bervariasi, tergantung berat dan jenisnya. Yang jelas, untuk berat 100 gram, kisaran Rp18 ribu-Rp20 ribu. Sementara untuk bakso ikan harganya Rp35 ribu-Rp40 ribu per kilogram.

 Andi Misda mengatakan,  pemasaran abon dan bakso ikan ini di Wilayah Sidrap, Parepare, Bone, Pangkep dan Makassar. Sementara di Kabupaten Wajo, bekerjasama dengan pemilik toko untuk dijajakan.

"Kalau untuk dibawah jauh, biasanya orang memilih yang kemasan aluminium karena  lebih tahan. Seperti jika ada yang mau pergi tanah suci banyak yang pesan, begitupun juga yang ingin bepergian jauh," tandasnya, kemarin.

Perempuan berusia 44 tahun itu mengaku usaha yang  dirintisnya sejak tahun 1996 akan dikembangkannya menjadi perusahaan  besar dan bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Apalagi, produksi tersebut sudah mendapat sertifikasi halal, izin dari  BPOM dan Dinas Kesehatan.

Koordinator Penyuluh Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wajo, Andi Bambang mengatakan saat ini ada 21 usaha pengolahan ikan yang dibina Dinas Kelautan dan Perikanan. Usaha itu tersebar di sejumlah kecamatan seperti Tempe, Tanasitolo, Sajoanging, Takkalalla, Penrang, Pitumpanua dan Keera.

Menurutnya, yang terbesar omzetnya adalah UD Ratu. Jika normal omzetnya bisa  mencapai Rp500 juta perbulan. Namun jika jika produksi tidak normal karena kesulitan bahan baku, maka hanya Rp100 juta  setiap bulan.

Penulis: Hamzah
Editor : Reonaldhy AA

About ""

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vivamus suscipit, augue quis mattis gravida, est dolor elementum felis, sed vehicula metus quam a mi. Praesent dolor felis, consectetur nec convallis vitae.

Posting Komentar

 
Copyright © 2013 WAJO MESRA NEWS
Design by FBTemplates | BTT