WMNews - Sebagai bentuk dukungan kepada SMA Negeri 1 Maniangpajo dalam mewujudkan sekolah yang dijuluki Kampus Cemara tersebut sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional, Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Wajo (BLHD) menyerahkan bantuan berupa 1 (satu) unit mesin pencacah sampah dan 400 (empat ratus) unit biopori kepada SMA Negeri 1 Maniangpajo, beberapa waktu yang lalu.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Sony Faisal mewakili Kepala BLHD Kabupaten Wajo kepada Yasser Arafat, S.Pd., Ketua Tim Adiwiyata SMA Negeri 1 Maniangpajo disaksikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Maniangpajo, Drs. Jamade, M.Si.
Sony menjelaskan, bantuan tersebut diserahkan karena SMA Negeri 1 Maniangpajo dalam persiapan menghadapi Tim Penilai Adiwiyata Nasional. diharapkan dengan bantuan tersebut semakin menambah inventaris dan sarana pendidikan lingkungan hidup di SMA Negeri 1 Maniangpajo, ungkap Sony.
Sementara itu, Yasser mengungkapkan bahwa mesin pencacah sampah tersebut nantinya akan digunakan untuk memproduksi pupuk kompos di sekolahnya. Sedangkan biopori, selain sebagai lubang serapan air untuk mencegah genangan air, juga digunakan untuk memproduksi pupuk kompos.
Lanjut Yasser, jika sesuai jadwal yang telah dirilis BLHD Provinsi Sulawesi Selatan, Tim Penilai Adiwiyata Nasional akan berkunjung sekitar Bulan Oktober 2013. “Kita berharap, dengan bantuan ini, menjadi nilai tambah tersendiri dimata Tim Penilai yang akan berkunjung Bulan Oktober mendatang” ungkapnya.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Sony Faisal mewakili Kepala BLHD Kabupaten Wajo kepada Yasser Arafat, S.Pd., Ketua Tim Adiwiyata SMA Negeri 1 Maniangpajo disaksikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Maniangpajo, Drs. Jamade, M.Si.
Sony menjelaskan, bantuan tersebut diserahkan karena SMA Negeri 1 Maniangpajo dalam persiapan menghadapi Tim Penilai Adiwiyata Nasional. diharapkan dengan bantuan tersebut semakin menambah inventaris dan sarana pendidikan lingkungan hidup di SMA Negeri 1 Maniangpajo, ungkap Sony.
Sementara itu, Yasser mengungkapkan bahwa mesin pencacah sampah tersebut nantinya akan digunakan untuk memproduksi pupuk kompos di sekolahnya. Sedangkan biopori, selain sebagai lubang serapan air untuk mencegah genangan air, juga digunakan untuk memproduksi pupuk kompos.
Lanjut Yasser, jika sesuai jadwal yang telah dirilis BLHD Provinsi Sulawesi Selatan, Tim Penilai Adiwiyata Nasional akan berkunjung sekitar Bulan Oktober 2013. “Kita berharap, dengan bantuan ini, menjadi nilai tambah tersendiri dimata Tim Penilai yang akan berkunjung Bulan Oktober mendatang” ungkapnya.
Penulis: Yasser
Editor: Zaskya
Editor: Zaskya

Posting Komentar