Bagi
masyarakat pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang memiliki anak
masih duduk dibangku sekolah, berhak menerima Bantuan Siswa Miskin
(BSM).
KPS ini juga digunakan masyarakat miskin dalam menerima bantuan Langsung
Sementara Masyarakat (BLSM). Selain pemegang KPS, ada juga non-KPS
bagi siswa miskin dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari
aparat pemerintah setempat.
Tahun ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo kembali mengusulkan 16.309
siswa miskin untuk menerima BSM yakni untuk jenjang SMP 3.034 orang.
Dimana 2.388 diantaranya non-KPS dan selebihnya, 646 orang yang punya
KPS.
Untuk SD, 11.634 orang dengan pemegang KPS 3000 orang, selebihnya
adalah non KPS. Untuk SMA, jumlah kuota BSM 695, KPS sebanyak 631 dan
non-KPS 631, sedangkan SMK sebanyak 946 orang.
Kasi Pembinaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Bidang Pendidikan Dasar
Disdik Wajo, Andi Ritajo Passamula, mengatakan anggarannya bersumber
dari pusat, tapi untuk tahun 2013 belum terealisasi. Nantinya, kata
dia, jika anggarannya sudah cair, maka langsung masuk ke rekening siswa.
Dalam buku panduan BSM dari Kementerian pendidikan dan kebudayaan tahun
2013, dijelaskan sasaran program BSM adalah siswa yang memenuhi
sekurang-kurangnya satu kriteria antara lain siswa yang orangtuanya
penerima KPS ataupun siswa terancam putus sekolah karena kesulitan
biaya.
Untuk besaran anggaran yang diterima BSM pada siswa semester 1 TA
2013/2014 (periode Juli-Desember) yakni SD sebanyak Rp225 ribu per
orang, SMP Rp375 ribu per orang, serta SMA/SMK Rp500 ribu per orang.
Sedangkan siswa penerima BSM periode Januari-Desember 2013 akan menerima
selisih BSM per siswa satu semester (Juli-Desember) mendapatkan
tambahan manfaat Rp200 ribu per orang.(lin/yan)
Sumber: SENGKANG, FAJAR http://www.fajar.co.id/sulawesiselatan/2972197_5663.html
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar