| Ki Gendeng Pamungkas |
Ramainya pemberitaan dan perhatian masyarakat terkait penangkapan
Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan menyusul dicekalnya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyeret spiritualis Ki Gendeng Pamungkas angkat bicara.
Menurut Ki Gendeng latar belakang dan sejarah keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tentu tidak terlepas dari berpadunya Alam nyata dan metafisika yang mengiringi perjalanan karir keluarga besar Ratu Atut.
Ki
Gendeng Pamungkas,yang mengaku mengenal baik keluarga Atut sejak tahun
90-an itu karir politik keluarga Atut tidak terlepas dari kekuatan gaib
dan menurut penerawangan Ki Gendeng, rumor adanya santet asal tanah
Banten bukan isapan jempol belaka.
Tertangkapnya
Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik kandung Ratu Atut tentunya
akan membuat komunitas santet Banten tidak tinggal diam dan akan
melakukan perlawanan terhadap lembaga pimpinan Abraham Samad Cs.
“Komunitas santet Banten
dan Sukabumi dan Cianjur Selatan akan dengan spontan akan menyerang
para Ketua KPK. Mereka melakukan itu bukan karena disuruh Atut atau
pihak manapun. Jadi masalah dukun santet yang akan melakukan serangan
gaib spontan karena sejarah batin haji Chasan degan tokoh spiritual di
kedua wilayah tersebut sangat kuat secara spiritual,” kata pria pemilik nama asli Isanmasardi itu , Kamis (10/10/2013) malam.
Dari kacamata spiritualnya, ‘bumerang‘
akan berbalik ke lembaga antirasuah tersebut. Namun, tidak di jalur
nyata, tetapi hal-hal gaib yang akan mendominasi keadaannya nanti.
Menurut
Ki Gendeng, sebenarnya KPK sudah sering dikirimi santet dan bahkan
menurutnya sudah ada beberapa penyidik yang menjadi korban ‘ilmu hitam’ tersebut, namun tak terekspos di media.
“Saya percaya banyak penyidik KPK yang kena santet, tapi pastinya mereka tidak akan mengakuinya,” kata Ki Gendeng.
Karena
salah satu penguasanya telah diganggu, akan semakin banyak lagi
tokoh-tokoh santet yang membantu Atut karena kedekatan hubungan
emosional dengan ayahnya.
“Jadi
dengan kasus ini akan bertambah banyak lagi simpatisan tokoh-tokoh
santet membantu Atut karena kedekatan emosional almarhum ayahnya,” ujarnya.
Namun
demikian tambahnya lagi, KPK juga terus mendapat sumbangan kekuatan
yang tidak hanya dari pihak lembaga penegak hukum dan mahasiswa, namun
bantuan juga datang dari kaum religius Banten.
Tokoh
dan Kiyai dari Banten menyatakan siap membentengi KPK dengan tim anti
santetnya, dan itu telah diucapkan oleh salah satu tokoh Banten Ahmad
Subadri usai melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK, Kamis (10/10/2013)
siang.
“(Antisipasi serangan santet), ini ‘kan yang hadir ada kyai-kyai. Jadi jangan khawatir itu,” kata Ahmad Subadri di kantor KPK.
Ketua
KPK, Abraham Samad menyikapi tentang kemungkinan tersebut menyatakan
dengan tegas bahwa KPK tidak akan pandang bulu dalam menuntaskan
kejahatan korupsi di Indonesia.
“Biar saja Atut dilindungi jawara, KPK dilindungi Tuhan,” kata Abraham.
Sumber: http://cahayareformasi.com/berita/2013/ki-gendeng-pamungkas-komunitas-santet-banten-sukabumi-dan-cianjur-selatan-akan-serang-kpk/
Posting Komentar