WMNews - Citra kepolisian Indonesia sekali
lagi tercoreng. Beberapa anggota polisi di Gorontalo dilaporkan telah beramai-ramai
memperkosa seorang siswi sekolah. Aksi pekosaan itu terjadi bukan sekali, tapi
berulang kali. Pada aksi terakhir malah dilakukan di salah satu Polsek di
Gorontalo.
Aksi itu terungkap setelah korban yang sempat disekap berhasil
melarikan diri. Dihadapan keluarganya siswi tersebut menangis dan menceritakan
perkosaan yang sering ia alami. Mendengar pengakuan anaknya, orangtua korban
pemerkosaan langsung mendatangi Unit
Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Mapolda Gorontalo untuk melaporkan tindak
perkosaan terhadap putrinya yang diduga dilakukan sejumlah anggota polisi.
Korban adalah siswa sebuah SMA di Gorontalo. Usianya baru 16
tahun. Sempat korban diancam akan ditembak mati jika melaporkan perbuatan para
pelaku. Saat ini korban masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di
Gorontalo karena akibat perkosaan secara keroyok itu menyebabkan trauma dan kondisi
kesehatannya yang menurun.
Saat melapor, kedua orangtua korban ikut menjalani
pemeriksaan dari penyidik. Kedua orang tua korban juga membawa barang bukti
berupa seragam sekolah korban yang dikenakan saat kejadian.
Orangtua korban mengatakan, bahwa kejadian berawal sebelum
puasa 2013 lalu. Saat itu, korban dijemput seorang anggota polisi kenalannya seusai pulang
sekolah. Pelaku lalu membawa korban ke rumahnya. Disana, pelaku
mengancam akan membunuh korban jika menolak disetubuhi. Setelah puas menyetubuhinya, pelaku itu
memaksa korban untuk melayani napsu 8 rekan polisi lain.
Episode petualangan napsu terus berlanjut, pada 1 Oktober 2013, seorang
anggota polisi kembali melakukan tindakan bejat di salah satu kantor Polsek di
Gorontalo. Rekan polisi lain yang melihat ikut pula menyetubuhi korban yang
dianggap sebagai pelampias napsu gratisan ini. Sayang, dari banyak polisi yang
telah memperkosanya, korban hanya mengingat dua pelaku saja.
Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo, AKB Lisma Dunggio,
membenarkan adanya laporan kasus pemerkosaan yang menimpa siswi salah satu
SMU di Gorontalo, terlapornya adalah sejumlah anggota polisi yang memang berada di
kesatuannya. Namun, Lisma, belum bisa merinci lebih jauh kronologi kasus
tersebut termasuk nama-nama anggota polisi yang dilaporkan, alasannya seperti biasa, masih dalam
tahap pemeriksaan saksi.
Sumber:http://www.spektanews.com/2013/10/keterlaluan-polisi-ramai-ramai-setubuhi.html

Posting Komentar