WMNews - Daftar Pemilih Tetap (DPT) Wajo terus disoroti empat pasangan calon
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Wajo. Pasalnya, DPT yang dilansir
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wajo pada pemilihan Bupati kali ini
berbanding jauh dengan jumlah DPT pada pemilihan Gubernur Sulsel lalu.
Seperti yang diungkapkan kandidat bernomor urut 1 Sanusi Karateng-Andi
Surya Agraria yang menilai DPT Wajo bermasalah.
"Masa ada
sejumlah desa maupun kelurahan yang jumlah penduduknya hanya beberapa
saja tapi dalam DPT, pemilih di desa itu malah bertambah begitupula
sebaliknya ada yang justru berkurang drastis. Inikan tidak betul dan
harus segera dibenahi," ungkap Sanusi Karateng, Senin 9/9/2013 saat
menghubungi Tribun.
Ia menjelaskan, tidak akuratnya DPT itu
sangat merugikan masyarakat makanya, empat kontestan mencakup nomor urut
1,2,4 dan 6 sepakat tidak akan ikuti pemilihan jika DPT tidak segera
dibenahi dengan baik.
Hal senada juga diungkapkan Azis
Pangeran, juru bicara Amran Mahmud-Andi Yusuf Mahmud Korosi. Menurutnya,
selisih suara di Pilgub Sulsel dan Pilbup Wajo mencapai enam ribuan
pemilih tetap. Olehnya itu, sikap KPU Wajo tersebut sama dengan
menghilangkan suara pemilih yang masuk dalam tindak pidana.
Ia
menambahkan, empat kontestan Pilkada Wajo menilai penyelenggara Pilkada
Wajo mestinya harus segera mengambil sikap dengan adanya kesalahan dalam
DPT bukan membiarkan kesalahan ini dan melanjutkan tahapan Pilkada.
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2013/09/09/empat-kandidat-bakal-undur-diri-dari-pilkada-wajo
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Posting Komentar