Pasangan nomor urut dua ini ziarah bersama sejumlah timnya sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang membiarkan salah satu pegawainya tewas mengenaskan dan tidak terungkap.
Hasdawati merupakan PNS Wajo yang tewas mengenaskan pada tahun 2009 lalu. Sejak kejadian itu, pihak kepolisian terus menggali penyebab kematiannya namun tak kunjung terungkap. Bahkan, sejumlah Kepala Kepolisian Resort Wajo pun harus menanggalkan jabatannya karena tidak mampu membongkar kasus itu.
"Ke depannya, tidak ada lagi masyarakat wajo yang tewas dalam kasus pembunuhan dan tidak terungkap apalagi PNS. Ini juga merupakan tanggung jawab pemerintah sehingga kasus serupa tidak terulang lagi," tutur Rahman Rahim.Ketua DPC Demorat Wajo ini menyebutkan, kasus seperti ini harus terus didorong dan menjadi perhatian pemerintah. Apalagi tewasnya aparatur negara ini menjadi sorotan publik yang banyak menimbulkan pertanyaan akan terlibatnya oknum tertentu. Rahman menambahkan bahwa dalam pemerintahannya kelak, tidak akan ada lagi korban kekerasan apalagi pembunuhan yang tidak terungkap.
Usai melayat, rombongan pasangan bertagline Tabe-Samaki ini kemudian menyambangi posko pemenangannya dan sejumlah tokoh masyarakat yang ada di kelurahan dan desa di Kecamatan Sabangpuru dan Pammana.
Penulis: Tribun Timur
Editor: Reonaldhy AA

Posting Komentar