WMNews - Menjelang berakhirnya masa kampanye putaran ke II, Selebaran banyak ditemukan warga disekitaran Kecamatan Tempe, Tanasitolo, Belawa, dan Majauleng. Selebaran kampanye hitam tersebut berukuran tabloid, dan berisi tulisan dengan judul Rahasia Terbunuhnya Bendahara Pemkab Wajo (Hasdawati).Menurut sejumlah warga yang dikonfirmasi saat mendapat selembaran tersebut mengaku tidak tahu menahu asal muasal dan siapa penyebarnya karena hanya ditemukan di area pasar Tempe saat sepulangnya dari shalat subuh.
Diselebaran tersebut tergambar dan tertulis kronoligis kematian bendahara Pemda Wajo (Hasdawati) yang meninggal 4 tahun silam, yang belum terungkap hingga kini dan menyeret kedua nama petinggi Pemkab Wajo.
"Isi Tulisan Selebaran Black Campaign menjelaskan"
Fakta:
1. Ditemukan mobil kijang inova DD 100 Q milik kabag humas yang digunakan menghabisi korban dan didapati bercak darah dijok mobil tersebut.
2. Mobil dinas yang dalam penguasaan polisi sebagai barang bukti diambil oleh menantu dan bupati wajo dibawah ke makassar serta mengganti jok plafon dan plat DD mobil untuk menghilangkan jejak.
3. Tidak ditemukannya barang-barang korban yang hilang kecuali surat-surat penting terkait laporan keuangan.
Dalam selembaran tersebut Wakil Bupati Wajo dalam kronoligis kejadian, Bupati bersama ketiga rekannya sedang menyusun rencana untuk melakukan pembunuhan terhadap hasdawati, tiba-tiba wakil bupati memasuki ruangan dan mengetahui rencana tersebut.
Bupati "Pak Wakil, jangan buka mulut soal kasus ini!!!"
wakil Bupati "Siap Puang" sesuai gambar dan keterangan kronoligis selembaran tersebut.
Mengetahui namanya terlibat dalam selembaran Black Campaign tersebut Wakil Bupati Wajo H.Amran Mahmud yang juga merupakan salah satu peserta pesta lima tahunan (Pilkada) disetiap kesempatan kampanye nya selalu menampik dan membantah keterlibatannya.
"Masa saya seorang Doktor ilmu agama dan komunikasi berbuat seperti itu. Selembaran itu hanya isu-isu untuk menjatuhkan saya (Black Campaign) orang yang menyebarkan isu itu, mungkin mau jadi bupati dengan cara pecundang. Barang siapa yang menemukan pelaku penyebaran Black Campaign itu saya akan berikan upah sebab ini sudah jadi pencemaran nama baik yang bisa dipidanakan," pintanya dalam kampanye dialogis,Kamis,12/9/2013 di Kelurahan Padduppa.
Melalui juru bicara Tim paslon Asyik Sumardi Arifin ,angkat bicara menanggapi dengan beredarnya isu tak sedap tersebut (black campaign), dan menilai hal itu telah melanggar hukum,sehingga pihaknya telah melaporkan ke Panwaslu agar mencari pelaku penyebaran isu tersebut.
"Iyye selebaran itu merupakan tindakan tercela dan melanggar kepatutan hukum, dan juga bisa merusak persaudaraan kita sesama masyarakat wajo, terus terang di pihak kami tidak terlalu menanggapi karena masyarakat wajo sudah memahami bahwa isi dari black campaign itu adalah fitnah bahkan itu membuat masyarakat wajo semakin simpati dan cinta terhadap pasangan AsyiK, lebih jauh Sumardi Arifin menjelaskan.
Namun tim Hukum kami sudah menyampaikan ke pihak panwas dan kepolisian agar segera mencari pelaku dn mengusut secara tuntas. Karana cara_cara yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab itu, juga mencoreng nilai_nilai lihur/budaya masyarakat wajo sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, serta mencoreng nilai_nilai demokrasi," jelas Sumardi.
Penulis: Zaskya
Editor: Reonaldhy AA
Biar bertitle prof maupun doktor, apakah doktor agama atau apapun itu tp aslinya kalian itu berikiran dan bersifat setan, ini kan cuma title kalian bung. title itu mudah didapat dengan uang, KEADILAN HARUS DITEGAKKAN SAUDARA SAUDARI
BalasHapus